Situs puisi merupakan Blog kumpulan puisi yang menyediakan contoh puisi terbaik karya indonesia.

Showing posts with label Pengetahuan Tentang Puisi. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan Tentang Puisi. Show all posts

Puisi Kontemporer Beserta Contohnya

Apa itu Puisi Kontemporer? Sebelum menjelaskannya, Situs Puisi akan memberitahukan kepada anda bahwa ada 3 jenis puisi yaitu puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer. Kontemporer memiliki makna masa kini yang sesuai dengan perkembangan zaman atau selalu menyesuaikan dengan perkembangan keadaan zaman.

Pengertian Puisi Kontemporer
Puisi kontemporer adalah puisi yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Puisi kontemporer dapat diartikan sebagai puisi yang lahir dalam kurun waktu terakhir.Puisi kontemporer berusaha keluar dari ikatan konvensional puisi itu sendiri.

Ciri Ciri Puisi Kontemporer
  1. Seringkali memakai kata-kata yang kurang memperhatikan bahasa yang santun, 
  2. Memakai kata-kata yang makin kasar,
  3. Menggunakan kaliman ejekan, dan lain-lain. 
  4. Pemakaian kata-kata simbolik atau lambang intuisi, gaya bahasa, irama, dan sebagainya dianggapnya tidak begitu penting lagi.

Puisi Kontemporer dibedakan menjadi 3 yaitu puisi mantra, puisi mbeling, puisi konkret.

1. Puisi Mantra adalah puisi yang mengambil sifat-sifat mantra. Ciri-Ciri Puisi Mantra adalah Mantra mengutamakan efek atau akibat berupa kemanjuran dan kemanjuran itu terletak pada perintah, Mantra bukanlah sesuatu yang dihadirkan untuk dipahami melainkan sesuatu yang disajikan untuk menimbulkan akibat tertentu, Mantra berfungsi sebagai penghubung manusia dengan dunia misteri.
contoh:
Shang Hai
ping di atas pong
pong di atas ping
ping ping bilang pong
pong pong bilang ping
mau pong? bilang ping
mau mau bilang pong
mau ping? bilang pong
mau mau bilang ping
ya pong ya ping
ya ping ya pong
tak ya pong tak ya ping
ya tak ping ya tak pong
sembilu jarakMu merancap nyaring
(Sutardji Calzoum Bachri dalam O Amuk Kapak, 1981)

2. Puisi Mbeling adalah bentuk puisi yang tidak mengikuti aturan. Aturan puisi yang dimaksud ialah ketentuan-ketentuan yang umum berlaku dalam puisi. Kata-kata dalam puisi mbeling tidak perlu dipilih-pilih lagi. Dasar puisi mbeling adalah main-main. Ciri-ciri puisi mbeling adalah mengutamakan unsur kelakar; pengarang memanfaatkan semua unsur puisi berupa bunyi, rima, irama, pilihan kata dan tipografi untuk mencapai efek kelakar tanpa ada maksud lain yang disembunyikan (tersirat).
contoh:
Sajak Sikat Gigi
Seseorang lupa menggosok giginya sebelum tidur
Di dalam tidur ia bermimpi
Ada sikat gigi menggosok-gosok mulutnya supaya terbuka
Ketika ia bangun pagi hari
Sikat giginya tinggal sepotong
Sepotong yang hilang itu agaknya
Tersesat di dalam mimpinya dan tak bisa kembali
Dan ia berpendapat bahwa, kejadian itu terlalu berlebih-lebihan
(Yudhistira Ardi Nugraha dalam Sajak Sikat Gigi, 1974)

 3. Puisi konkret adalah puisi yang disusun dengan mengutamakan bentuk grafis berupa tata wajah hingga menyerupai gambar tertentu. Puisi seperti ini tidak sepenuhnya menggunakan bahasa sebagai media. Di dalam puisi konkret pada umumnya terdapat lambang-lambang yang diwujudkan dengan benda dan/atau gambar-gambar sebagai ungkapan ekspresi penyairnya.
Penyusunan puisi kontemporer sebagai puisi inkonvensional perlu memerhatikan beberapa unsur seperti: Unsur bunyi; meliputi penempatan persamaan bunyi (rima) pada tempat-tempat tertentu untuk menghidupkan kesan dipadu dengan repetisi atau pengulangan-pengulangannya, Tipografi; meliputi penyusunan baris-baris puisi berisi kata atau suku kata yang disusun sesuai dengan gambar (pola) tertentu, Enjambemen; meliputi pemenggalan atau perpindahan baris puisi untuk menuju baris berikutnya, Kelakar (parodi); meliputi penambahan unsur hiburan ringan sebagai pelengkap penyajian puisi yang pekat dan penuh perenungan (kontemplatif).
contoh:
Doktorandus Tikus I
selusin toga
me
nga
nga
seratus tikus berkampus
diatasnya
dosen dijerat
profesor diracun
kucing
kawin
dan bunting
dengan predikat
sangat memuaskan
(F.Rahardi dalam Soempah WTS, 1983)

Anda sudah membaca Puisi Kontemporer Beserta Contohnya, sekarang anda tinggal mencoba untuk membuat puisi kontemporer sendiri.

Next Post = Puisi Di tepi Harapan Karya Sasky Oktafian Nabilla
Last Post = Tersesat Dihati Sang Batu Karya Feni Lintang Utari

Puisi Baru Beserta Contohnya

Please Wait...

Apa itu Puisi Baru? Puisi terbagi menjadi 3 jenis, yaitu: Puisi Lama, Puisi Baru, dan Puisi Kontemporer. Puisi baru terkenal karena bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima. Di artikel ini Situs Puisi akan menjelaskan kepada anda mengenai pengertian puisi lama beerta contohnya.

Pengertian Puisi Baru
Puisi baru adalah puisi yang bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

Ciri-ciri Puisi Baru :
  1. Bentuknya rapi, simetris;
  2. Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);
  3. Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain;
  4. Sebagian besar puisi empat seuntai;
  5. Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
  6. Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.
Dibawah akan dijelaskan Jenis Puisi Baru dan tidak lupa dengan Contoh Puisi Baru.

Jenis-jenis puisi baru Menurut isinya, puisi dibedakan atas :

1. Balada adalah puisi berisi kisah/cerita. Balada jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren dalam bait-bait berikutnya. Contoh: Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Balada Matinya Seorang Pemberontak”.

2. Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan. Ciri-cirinya adalah lagu pujian untuk menghormati seorang dewa, Tuhan, seorang pahlawan, tanah air, atau almamater (Pemandu di Dunia Sastra). Sekarang ini, pengertian himne menjadi berkembang. Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati (guru, pahlawan, dewa, Tuhan) yang bernapaskan ketuhanan.

Contoh:
Bahkan batu-batu yang keras dan bisu
Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri
Menggeliat derita pada lekuk dan liku
bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu
menitikkan darah dari tangan dan kaki
dari mahkota duri dan membulan paku
Yang dikarati oleh dosa manusia.
Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
dunia kehilangan sumber kasih
Besarlah mereka yang dalam nestapa
mengenal-Mu tersalib di datam hati.
(Saini S.K)

3. Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum.
Contoh:
Generasi Sekarang
Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri aku, dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa
Menciptakan kemegahan baru
Pantun keindahan Indonesia
Yang jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia
(Asmara Hadi)

4. Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup. Epigram berasal dari Bahasa Yunani epigramma yang berarti unsur pengajaran; didaktik; nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada teladan.
Contoh:
Hari ini tak ada tempat berdiri
Sikap lamban berarti mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan
Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.
(Iqbal)

5. Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih. Berasal dari bahasa Perancis Romantique yang berarti keindahan perasaan; persoalan kasih sayang, rindu dendam, serta kasih mesra
Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan. Berisi sajak atau lagu yang mengungkapkan rasa duka atau keluh kesah karena sedih atau rindu, terutama karena kematian/kepergian seseorang.
Contoh:
Senja di Pelabuhan Kecil
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
(Chairil Anwar)

6. Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik. Berasal dari bahasa Latin Satura yang berarti sindiran; kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tidak puas hati satu golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim etc)
Contoh:
Aku bertanya
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi
di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
termangu-mangu dl kaki dewi kesenian.
(WS Rendra)

Sedangkan macam-macam puisi baru dilihat dari bentuknya antara lain:

7. Distikon, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas dua baris (puisi dua seuntai).
Contoh:
Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal
Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh
(Or. Mandank)

8. Terzina, puisi yang tiap baitnya terdiri atas tiga baris (puisi tiga seuntai).
Contoh:
Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana
Dalam bah’gia cinta tiba melayang
Bersinar bagai matahari
Mewarna bagaikan sari
(Sanusi Pane)

9. Kuatrain, puisi yang tiap baitnya terdiri atas empat baris (puisi empat seuntai).
Contoh :
Mendatang-datang jua
Kenangan masa lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau silau
Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu-sendu
(A.M. Daeng Myala)

10. Kuint, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas lima baris (puisi lima seuntai).
Contoh :
Hanya Kepada Tuan
Satu-satu perasaan
Hanya dapat saya katakan
Kepada tuan
Yang pernah merasakan
Satu-satu kegelisahan
Yang saya serahkan
Hanya dapat saya kisahkan
Kepada tuan
Yang pernah diresah gelisahkan
Satu-satu kenyataan
Yang bisa dirasakan
Hanya dapat saya nyatakan
Kepada tuan
Yang enggan menerima kenyataan
(Or. Mandank)

11. Sektet, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas enam baris (puisi enam seuntai).
Contoh:
Merindu Bagia
Jika hari’lah tengah malam
Angin berhenti dari bernapas
Sukma jiwaku rasa tenggelam
Dalam laut tidak terwatas
Menangis hati diiris sedih
(Ipih)

12. Septime, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas tujuh baris (tujuh seuntai).
Contoh:
Indonesia Tumpah Darahku
Duduk di pantai tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai
Berbuih putih di pasir terderai
Tampaklah pulau di lautan hijau
Gunung gemunung bagus rupanya
Ditimpah air mulia tampaknya
Tumpah darahku Indonesia namanya
(Mohammad Yamin)

13. Oktaf/Stanza, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas delapan baris (double kutrain atau puisi delapan seuntai).
Contoh:
Awan
Awan datang melayang perlahan
Serasa bermimpi, serasa berangan
Bertambah lama, lupa di diri
Bertambah halus akhirnya seri
Dan bentuk menjadi hilang
Dalam langit biru gemilang
Demikian jiwaku lenyap sekarang
Dalam kehidupan teguh tenang
(Sanusi Pane)

14. Soneta, adalah puisi yang terdiri atas empat belas baris yang terbagi menjadi dua, dua bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait kedua masing-masing tiga baris. Soneta berasal dari kata sonneto (Bahasa Italia) perubahan dari kata sono yang berarti suara. Jadi soneta adalah puisi yang bersuara. Di Indonesia, soneta masuk dari negeri Belanda diperkenalkan oleh Muhammad Yamin dan Roestam Effendi, karena itulah mereka berdualah yang dianggap sebagai ”Pelopor/Bapak Soneta Indonesia”. Bentuk soneta Indonesia tidak lagi tunduk pada syarat-syarat soneta Italia atau Inggris, tetapi lebih mempunyai kebebasan dalam segi isi maupun rimanya. Yang menjadi pegangan adalah jumlah barisnya (empat belas baris).
Contoh:
Gembala
Perasaan siapa ta ‘kan nyala ( a )
Melihat anak berelagu dendang ( b )
Seorang saja di tengah padang ( b )
Tiada berbaju buka kepala ( a )
Beginilah nasib anak gembala ( a )
Berteduh di bawah kayu nan rindang ( b )
Semenjak pagi meninggalkan kandang ( b )
Pulang ke rumah di senja kala ( a )
Jauh sedikit sesayup sampai ( a )
Terdengar olehku bunyi serunai ( a )
Melagukan alam nan molek permai ( a )
Wahai gembala di segara hijau ( c )
Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau ( c )
Maulah aku menurutkan dikau ( c )
(Muhammad Yamin)

Diatas adalah beberapa contoh - contoh dari puisi baru yang ada di Indonesia ini. Jadi jika anda sudah tahu Pengerian puisi baru beserta contohnya maka anda juga bisa membuat puisi baru.

Next Post = Puisi Aku, Kamu dan Kesedihan Karya Andrian Permana Widodo
Last Post = Puisi Perasaan Yang Tak Terungkap Karya Erwin Pratama

Puisi Lama Beserta Contohnya

Apa itu puisi lama? Mungkin ada yang belum mengetahui kalau puisi itu dibagi menjadi 3 yaitu puisi lama dan puisi baru dan juga kontemporer. Puisi lama terkenal karena adanya peraturan yang mengikat dalam membuatnya. Di artikel saya yang satu ini Situs Puisi akan berusaha menjelaskan kepada anda tentang pengertian puisi lama beserta contoh puisi lama.

Pengertian puisi lama
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan atau puisi yang dibatasi oleh aturan tertantu.
Aturan didalam puisi lama tersebut adalah :
1. Jumlah kata dalam 1 baris
2. Jumlah baris dalam 1 bait
3. Persajakan (rima)
4. Banyak suku kata tiap baris
5. Irama

Ciri - ciri puisi lama :
1. Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
2. Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
3. Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.

Jenis puisi lama itu meliputi :
  • Mantra
  • Gurindam
  • Syair
  • Pantun
  • Karmina
  • Seloka
  • Talibun

Dibawah ini adalah contoh puisi lama
1. Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
Contoh:
Assalammu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu

2. Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.
Contoh:
Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukkan ke dalam hati

3. Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.
Contoh:
Dahulu parang sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)

4. Seloka adalah pantun berkait.
Contoh:
Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan

5. Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat.
Contoh:
Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barangsiapa tinggalkan sembahyang (b)
Bagai rumah tiada bertiang (b)
Jika suami tiada berhati lurus (c)
Istri pun kelak menjadi kurus (c)

6. Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.
Contoh:
Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)

7. Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.
Contoh:
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu

Nah diatas adalah beberapa contoh - contoh dari puisi lama yang ada di Indonesia ini. Jadi jika anda sudah tahu Pengerian puisi lama beserta contohnya maka anda juga bisa membuat puisi lama.

Next Post = Perasaan Yang Tak Terungkap Karya Erwin Pratama
Last Post = Puisi Kau Yang Terlihat Di Senja Hari Karya Deni Dewa

Cara Menulis Puisi Yang Baik Dan Benar

Bagaimana cara menulis puisi?  Terkadang anda terkesima saat membaca puisi yang indah dan anda penasaran bagaimana cara membuat puisi seperti itu. Namun sebelum anda menciptakan sebuah puisi maka kita harus tahu terlebih dahulu pengertian puisi itu sendiri. Menulis sebuah puisi tidak seperti saat kita menulis cerita, cerpen, novel, atau karya tulis lainnya. Puisi itu unik karena terdapat beberapa peraturan hanya untuk membuatnya. Peraturan itu meliputi jumlah kata, jumlah baris, rima, irama, dan sebagainya. Peraturan pada puisi sebenarnya hanya berlaku pada beberapa jenis puisi seperti puisi lama. Namun anda tak perlu memikirkan peraturan yang mengikat tersebut dengan menulis puisi bebas atau puisi baru.

Cara menulis puisi yang baik
  1. Tema, artinya anda akan membuat puisi itu seperti apa, tentang apakah puisi tersebut, dan apa yang ingin anda sampaikan melalui puisi anda.
  2. Perasaan, artinya peraaan apa yang ingin anda masukkan ke dalam puisi tersebut, perasaan sedih, senang, marah, semangat, atau lainnya. Dengan kata-kata, anda harus menyampaikan apa yang anda rasakan. Puisi pada dasarnya adalah tentang emosi yang ada pada diri penyair. Perasaan apakah yang timbul ke pikiran anda ketika anda melihat atau bahkan merasakan obyek tersebut. Dengan kata-kata, anda harus menyampaikan apa yang anda rasakan. Para pembaca harus memahami kedalaman apa yang anda alami. Puisi pada dasarnya adalah tentang emosi penyair. Perasaan apakah yang datang ke pikiran anda ketika anda melihat obyek.
  3. Kondisi atau suasana, artinya bagaimana suasana atau kondisi puisi anda? Apkah lucu, serius, sedih, atau yang lainnya. Suasana hati dapat membantu anda menyampaikan perasaan lebih efektif.
  4. Gaya penulisan, artinya anda harus menemukan gaya bahasa anda sendiri dalam membuat puisi sehingga menjadikan puisi anda itu unik daripada yang lain. Penyair masa kini sering menggunakan gaya sajak bebas. Meskipun, untuk pemula, gaya ini mungkin tidak memiliki struktur formal dan terdengar mudah.

Cara Menulis Puisi Yang Baik Dan Benar memang diperlukan untuk bisa membuat puisi indah yang sempurna untuk pembuat dan juga pembaca. Jadi bagaimana apakah anda tertarik untuk bisa membuat puisi. Ketika anda bisa membuat puisi anda akan memiliki nama julukan yaitu seorang  PENYAIR. Saya sendiri seorang penyair dan anda bisa melihat karya puisi saya di Situs Puisi. Anda juga harus belajar tentang bagaimana cara membaca puisi yang baik dan benar.

Next Post = Puisi Kesendirianku
Last Post = Puisi Bidadari Jatuh Karya Erwin Pratama

Cara Membaca Puisi Yang Baik Dan Benar

Bagaimana cara membaca puisi? Mungkin itu adalah pertanyaan yang mungkin ada di dalam benak anda. Sebelumnya Situs Puisi sudah memberikan arti pengertian puisi bahwa Puisi adalah salah satu seni tepatnya seni sastra. Dan kesenian itu relative, yang artinya seni itu ada jelek ada juga yang indah tergantung bagaimana orang menilainya. Kenapa saya suka dengan puisi? Puisi itu kalau menurut saya bukan hanya indah namun juga memiliki makna yang tersembunyi didalamnya. Anda jangan hanya bisa membaca puisi saja tanpa mengetahui maknanya sebenarnya. Penting sekali untuk mengetahui isi dari puisi yang telah kita baca tadi. Isi dari puisi bisa berupa nasehat, keinginan dari pembuat puisi, ajakan, larangan, dan masih banyak lagi makna dari sebuah puisi.

Puisi adalah salah satu jenis sastra yang bahasa didalamnya terikat oleh rima, irama, serta penyusunan larik dan bait. Membaca sebuah puisi akan berbeda dengan membaca sebuah teks cerita. Ketika kita akan membaca puisi tentunya kita harus tahu apa yang harus kita lakukan ketika membaca puisi tersebut. Penjiwaan atau Penghayatan dalam pembacaan puisi juga harus diperhatikan dan juga kita harus memerhatikan lafal dan intonasi yang tepat. Berikut bagaimana cara membaca puisi yang benar.

Cara Membaca Puisi Dengan Lafal Dan Intonasi Yang Tepat
  1. Rima dan Irama, artinya dalam membaca puisi tidak terlalu cepat ataupun terlalu lambat. Seperti yang telah dijelaskan diatas, membaca puisi berbeda dengan membaca sebuah teks biasa karena puisi terikat oleh rima dan irama sehingga dalam membaca puisi tidak terlalu cepat ataupun juga terlalu lambat.
  2. Artikulasi atau Kejelasan suara, artinya suara kita dalam membaca sebuah puisi haruslah jelas, misalnya saja dalam huruf-huruf vokal. Sehingga puisi akan terdengar oleh audiens.
  3. Ekspresi Mimik wajah, artinya ekspresi wajah kita harus bisa disesuaikan dengan isi puisi. Ketika puisi yang kita bacakan adalah puisi sedih maka ekspresi mimik wajah kitapun harus bisa menggambarkan isi puisi sedih tersebut.
  4. Mengatur Pernapasan, artinya pernapasan harus diatur dan jangan tergesa-gesa. Sehingga tidak akan menggangu ketika membaca puisi.
Nah bagaimana anda sudah tahu tips membaca puisi yang baik dan benar bukan? Nah tapi ingat anda juga harusmengerti juga arti dan makna dari puisi tersebut. Kalau anda tertarik ingin membuat puisi maka anda harus belajar cara menulis puisi yang baik dan benar.

Next Post = Puisi bidadari jatuh
Last Post = Puisi sang waktu karya Erwin Pratama

Definisi pengertian arti puisi

pengertian puisi menurut pemikiran saya (admin situs puisi) sendiri adalah ungkapan perasaan dari penyair yang dirangkai menjadi suatu bentuk tulisan dan disusun kedalam bait yang mengandung makna. Seorang penyair (pembuat puisi) pasti tidak sembarangan dalam membuat karyanya tersebut. Mungkin sebagian orang yang membaca karyanya ada yang tidak dimengerti artinya. Para penyair kebanyakan membuat puisi dengan gaya bahasa yang susah dimengerti, hal ini membuat para pembaca puisi susah untuk memahami makna sebenarnya yang ada didalam puisi itu. Walaupun demikian setiap puisi yang diciptakan selalu memiliki arti puisi yang tersimpan didalamnya.

Tidak ada paksaan dalam membuat puisi, apakah puisi itu harus bagus atau tidak. Lagipula membuat puisi itu harus bebas walaupun hasilnya bagus atau jelek menurut pandangan orang lain. Di dalam dunia puisi ada dua jenis puisi yaitu puisi lama dan juga puisi baru. Sebuah puisi menjadi lebih indah jika diberi majas ( gaya bahasa ) didalam rangkaian bait puisi tersebut. Puisi biasanya mengandung makna konotasi didalamnya. Dalam membuat suatu puisi maka kita harus mengetahui unsur - unsur puisi yang sangat penting. Anda juga harus memperhatikan bagaimana cara membaca puisi yang baik dan benar. Nah jadi bagaimana apakah anda sudah tahu sekarang Definisi puisi itu sebenarnya. Sekarang cobalah untuk membuat karya puisi sendiri.

Next Post = Puisi sang waktu
Last Post = Profil akun facebook pemilik blog situs puisi
Copyright © Kumpulan Puisi Terbaik Indonesia.