Situs Puisi : Blog Kumpulan Puisi Terbaik Indonesia

Situs puisi merupakan Blog kumpulan puisi yang menyediakan contoh puisi terbaik karya indonesia.

lagu terbaru, situs lagu, lagu terbaru, arena lagu, suka lagu, stafa band, gratis film terbaru, pondok lagu

Puisi Sang Pejuang Karya Ahmad Rio

Sang Pejuang

Bulir-bulir air mata
Membasahi kerinduan
Saat mengingat sapaan lentiran jari-jarimu
yang mencoba mengingatkan
Bagaimana aku harus melawan hidup.
Saat aku di tengah-tengah ke buntuhan arah
Betapa ku inginkan,ku rindukan
Ke dua lentikkan jari-jari itu
Yang pernah mencoba
Membuka ke dua bola mataku,
Dan Saat itu wajah mu, terlihat jelas
Memaksakan aku untuk memenangkan
pertempuran melwan hidup,
Dan cara menggunakan pusaka
Ketika jatuh,kembali bangkit tanpa putus asa.
Aku abaikan, bahkan selamanya hanya menjadi penyesalan, ketika saat itu
Syair-syair perjuanganmu, yang tak putus asa
Membariskan satu-persatu langkah
Yang kau arahkan dengan harapan
Aku yang terbaik.
Sang pejuang itu adalah
AYAH.

Puisi Sang Pejuang Karya Ahmad Rio

Arti Puisi Sang Pejuang Karya Ahmad Rio:
Puisi ini menggambarkan sosok peranan AYAH yang Pernah ku asingkan, atau lebih tepatnya Si penulis mengabaikan ayahnya yang telah menasehatinya. Namun Penulis menyesal karena sudah tidak bisa menjumpai Ayahnya lagi, hanya kerinduan ingin bertemu Ayah yang tersisa. Namun penulis tetap mengingat nasehat sang Ayah dan perlakuan baik Ayah kepada anaknya.

Puisi Sang Pejuang telah dikirim ke Situs Puisi oleh Ahmad Rio

Puisi Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini Karya Taufiq Ismail

Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini

Tidak ada pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
Berarti hancur
Apakah akan kita jual keyakinan kita
Dalam pengabdian tanpa harga
Akan maukah kita duduk satu meja
Dengan para pembunuh tahun yang lalu
Dalam setiap kalimat yang berakhiran
“Duli Tuanku ?”

Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan
Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka
Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa suara
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus

Puisi Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini Karya Taufiq Ismail

Arti Puisi Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini Karya Taufiq Ismail
Ini adalah puisi kritikan dari Taufiq Ismail Kepada penguasa negeri. Meskipun sudah merdeka, pemerintah dianggap gagal dalam mensejahterahkan rakyatnya. Walaupun beitu tidak ada jalan lain, Jika ingin terus hidup, maka Kita harus berjalan terus, membuat nasib Kita sendiri.

Info Puisi Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini
Termasuk Puisi Perjuangan.

Puisi Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini Karya Taufiq Ismail telah di posting di Situs Puisi.

Puisi Diponegoro Karya Chairil Anwar

Diponegoro

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali

Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti
Sudah itu mati.

MAJU

Bagimu Negeri
Menyediakan api.

Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai

Maju
Serbu
Serang
Terjang

Puisi Diponegoro Karya Chairil Anwar

Arti Puisi Diponegoro Karya Chairil Anwar
Puisi ini menceritakan tentang pahlawan Diponegoro yang dengan gagah berani maju melawan para penjajah yang ingin menguasai bumi pertiwi. Pangeran Diponegoro maju tak gentar walaupun musuh berjumlah ratusan kali. Dengan senjatanya, Diponegoro maju dengan semangat tak takut mati. Semuanya dilakukan demi Indonesia tercinta.

Info Puisi Diponegoro:
Termasuk puisi perjuangan.

Puisi Diponegoro Karya Chairil Anwar telah diposting di Situs Puisi.

Puisi Ranah Menanti Karya Nella Maresta

 Puisi Ranah Menanti

Angin berjalanlah padanya
Bumi goncangkan hatinya
Hati meratap serulah
Ranah merindu yuang

Topan rengkuhlah jiwa
Badai pagutlah raga
Hujan basuh luka
Ranah mananti yuang

Rantau ranah pilihan
Rantau ranah panggilan
Rantau ranah goyahlah
Rantau ranah pulanglah..

Bayang datang ayah
Asa meratap mande
Kampung sorak taragak
Ranah kerinduan yuang..

Tanah rantau lepaslah
Waktu pada ranah kesepian
Rantau hantar buyuang
Kampung menanti pulang

Meraba mande tua masanya
Terlentang ayah resah hati
Atau tinggal jasad terkubur tanah
Pulang yuang Ranah risau Menanti


Puisi Ranah Menanti Karya Nella Maresta 

Arti Puisi Ranah Menanti
Puisi ini bercerita tentang kerinduan kampung halaman pada pemudanya yang merantau dan tak kunjung pulang,tak berjumpa ayah,bundanya.Gemerlap tanah rantau mungkin lebih memikat hati perantau hingga kampung halaman ranah bundo(Ranah Minangkabau) padang,Sumbar perlahan terlupakan dan enggan pulang.Seruan orang tua yang rindu berjumpa anak,karena umur tak dapat dikira,akankah bertatap muka kembali dengan buah hati,atau justru kabar kematian yang akan membawanya pulang.

Puisi Ranah Menanti terdiri dari:
Setiap bait puisi mengandung 4 kalimat.
Termasuk puisi sedih.

Puisi Ranah Menanti telah dikirim ke Situs Puisi oleh Nella Maresta

Puisi Di tepi Harapan Karya Sasky Oktafian Nabilla

DI TEPI HARAPAN

Mengadu bersilih sendu
Tua ladam menghantar padam
Hujan rindang berkoyak malam

Bertopang menghantarkan berduri
Berduri lain gerigi
Memandang saling teruji

Dara pekat
Lekat berkarat
Berkarang beragam laktat

Memantang
Berkawan siulan
Batu merah beradu jantan
Beradu berkoyak halangan
Apakah yang dituju dalam perjalanan?

Mulut berpisau tajam
Terhantam oleh karang
Menjadi lautan
Di batas mimpi harapan

Puisi Di Tepi Harapan Karya sasky oktafian nabilla

Arti Puisi Di Tepi Harapan:
Puisi ini berceritakan tentang papua, khususnya suku di pedalaman papua, bahwa mereka dengan keterbatasan lingkungan untuk berpendidikan, tetapi mereka masih bisa berkarya, semangat mereka bahkan lebih besar dari kita yang berpendidikan. walaupun harus bertarung dengan keterbatasan, tetapi mereka masih bisa mewujudkan apa yang mereka inginkan.

Puisi Di Tepi harapan Terdiri Dari:
Puisi terdiri dari 5 bait
Termasuk jenis puisi perjuangan

Puisi Di Tepi Harapan telah dikirim ke Situs Puisi oleh Sasky Oktafian Nabilla

game gratis, erwin keren
Copyright © Situs Puisi : Blog Kumpulan Puisi Terbaik Indonesia.